Selasa, 05 November 2013

Come On And Be The Best Supporter in The World



Malam itu sekitar pukul 19.00, aku dan seorang temanku brangkat ke konveksi untuk memesan blazer yang akan dipakai untuk sebuah acara seminar pertanian. Dengan mengendarai sebuah motor pinjaman seseorang, aku pun berangkat ke tempat tujuan. Waktu itu adzan isya telah berkumandang, aku pun lekas membelokkan arah motor menuju masjid yang ada dikampus. Setelah menunaikan perjalanan dilanjutkan melalui jalan alternatif karena jalan utama menuju tempat sangat macet. Dengan didahului mengambil uang setoran di kontrakn teman, perjalanan menuju tempat konveksi menemui beragam masalah. Motor yang dikendarai memiliki jumlah bensin yang sedikit dan aku pun tidak tahu apakah jumlah bensin yang ada akan mencukupi perjalanan setidaknya ditempat pengisian bensin. Selain itu, jalan alternatif yang dilalui juga mengalami kepadatan sehingga menimbulkan kemacetan. Hal ini terjadi karena esok hari dikampus akan diadakan tes cpns bagi para pelamar pekerjaan.
Setelah menempuh waktu selama 2 jam lebih, aku pun kembali kembali ke kampus dengan hasil yang tidak memuaskan. Pertemuan dengan pihak konveksi menyimpulkan bahwa pemesanan yang semula ditaksir sekitar 80 buah hanya disanggupi oleh pihak konveksi sebanyak 40 buah. Hal ini sedikit memutar otak bagaimana dengan jumlah pemesanan yang banyak dapat dilakukan selama 3 minggu pengerjaan. Tapi yasudahlah jika tidak bisa dibuat disana. Setelah berlama bercekcok dengan tukang konveksi, aku pun kembali ke kampus. Sekitar jam 9 malam lewat aku sampai dikampus dan sebentar berbicara dengan yang ada disana, aku pun bergegas pergi ke alhuriyyah karena takut jam malam.
Aku berniat untuk tidak pulang kekontrakan karena akan nonton bareng pertandingan liverpool melawan arsenal di M-point #belajarGaul hehe...sekitar jam 11 malam lebih sedikit aku dijemput oleh temenku untuk berangkat bareng kesana. Dengan perut yang masih keroncongan karena dari sore belum makan nasi, aku berangkat dengan memakai jaket angkatanku.Perjalanan yang ditempuh dengan waktu 20 menit dan disertai dengan suhu yang dingin, aku akhirnya sampai di M-point. Malam itu terasa bersejarah bagiku, aku mendapatkan dua hal yang baru. Pertama, untuk kali pertama aku menonton liverpool bareng teman big reds bogor. Kedua, untuk kali pertama aku bermotoran dibogor pada dini hari. Ada special dimalam itu, salah satu tulisan yang membuatku bangga menjadi pendukung liverpool. Tulisan itu terpampang jelas dibuah spanduk merah berukuran 3 x 1 meter. Tulisan itu adalah” COME ON AND BE THE SUPPORTER BEST IN THE WORLD”. Setelah membaca tulisan itu, jiwa merahku sebagai pendukung the reds berkobar dengan kencang. Tiada suatu kebanggaan menjadi pecinta sepakbola selain dapat menyaksikan pertandingan Liverpol