Malam itu sekitar pukul 19.00, aku
dan seorang temanku brangkat ke konveksi untuk memesan blazer yang akan dipakai
untuk sebuah acara seminar pertanian. Dengan mengendarai sebuah motor pinjaman
seseorang, aku pun berangkat ke tempat tujuan. Waktu itu adzan isya telah
berkumandang, aku pun lekas membelokkan arah motor menuju masjid yang ada
dikampus. Setelah menunaikan perjalanan dilanjutkan melalui jalan alternatif
karena jalan utama menuju tempat sangat macet. Dengan didahului mengambil uang
setoran di kontrakn teman, perjalanan menuju tempat konveksi menemui beragam
masalah. Motor yang dikendarai memiliki jumlah bensin yang sedikit dan aku pun
tidak tahu apakah jumlah bensin yang ada akan mencukupi perjalanan setidaknya
ditempat pengisian bensin. Selain itu, jalan alternatif yang dilalui juga
mengalami kepadatan sehingga menimbulkan kemacetan. Hal ini terjadi karena esok
hari dikampus akan diadakan tes cpns bagi para pelamar pekerjaan.
Setelah menempuh waktu selama 2 jam
lebih, aku pun kembali kembali ke kampus dengan hasil yang tidak memuaskan.
Pertemuan dengan pihak konveksi menyimpulkan bahwa pemesanan yang semula
ditaksir sekitar 80 buah hanya disanggupi oleh pihak konveksi sebanyak 40 buah.
Hal ini sedikit memutar otak bagaimana dengan jumlah pemesanan yang banyak
dapat dilakukan selama 3 minggu pengerjaan. Tapi yasudahlah jika tidak bisa
dibuat disana. Setelah berlama bercekcok dengan tukang konveksi, aku pun
kembali ke kampus. Sekitar jam 9 malam lewat aku sampai dikampus dan sebentar
berbicara dengan yang ada disana, aku pun bergegas pergi ke alhuriyyah karena
takut jam malam.
Aku berniat untuk tidak pulang
kekontrakan karena akan nonton bareng pertandingan liverpool melawan arsenal di
M-point #belajarGaul hehe...sekitar jam 11 malam lebih sedikit aku dijemput
oleh temenku untuk berangkat bareng kesana. Dengan perut yang masih keroncongan
karena dari sore belum makan nasi, aku berangkat dengan memakai jaket
angkatanku.Perjalanan yang ditempuh dengan waktu 20 menit dan disertai dengan
suhu yang dingin, aku akhirnya sampai di M-point. Malam itu terasa bersejarah
bagiku, aku mendapatkan dua hal yang baru. Pertama, untuk kali pertama aku
menonton liverpool bareng teman big reds bogor. Kedua, untuk kali pertama aku
bermotoran dibogor pada dini hari. Ada special dimalam itu, salah satu tulisan
yang membuatku bangga menjadi pendukung liverpool. Tulisan itu terpampang jelas
dibuah spanduk merah berukuran 3 x 1 meter. Tulisan itu adalah” COME ON AND BE
THE SUPPORTER BEST IN THE WORLD”. Setelah membaca tulisan itu, jiwa merahku
sebagai pendukung the reds berkobar dengan kencang. Tiada suatu kebanggaan
menjadi pecinta sepakbola selain dapat menyaksikan pertandingan Liverpol