Perusahaan Listrik Nasional atau yang sering disingkat PLN merupakan pondasi dari tiap keluarga di Indonesia untuk merasakan nikmatnya menggunakan listrik. Meski pun belum seluruh wilayah di Indonesia telah teraliri listrik dari kinerja PLN, usaha dan kerja keras PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional perlu mendapat apresiasi. Usaha dan kerja itu pada dasarnya merupakan suatu bentuk keikhlasan untuk mencapai apa yang di inginkan. Tentu kita semua tahu, bahwa tujuan dari pembentukan PLN yaitu untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional sehingga dapat mendukung terwujudnya nilai-nilai yang tercantum pada sila kelima pancasila.
Namun, tidak ada kerja yang sempurna di
dunia ini. Hal itu pun terjadi pada kinerja dari PLN. Setiap kinerja yang
dilakukan oleh PLN pasti akan mendapatkan pujian maupun celaan. Namun pada
kenyataannya, celaan terlalu banyak diterima oleh PLN ketimbang pujian.
Sebagai warga negara Indonesia yang
mencintai setiap unsur-unsur yang ingin membangun serta menjadikan Indonesia
lebih baik, saya dapat menyaksikan betapa banyaknya celaan yang dilakukan oleh
warga negara Indonesia. Begitu sebaliknya, sungguh sedikit lagi elemen dari
masyarakat Indonesia yang melantunkan ucapan terima kasih terhadap kerja-kerja
keras dari PLN. Dengan berbagai macam hujatan yang banyak dilemparkan kepada
pihak PLN baik melalui ucapan mulut ke mulut, pesan instan maupun media sosial,
menimbulkan pertanyaan di benak saya. Kenapa hal ini bisa terjadi? Apa yang
salah dari kinerja PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik negeri ini?
Menurut pandangan saya pribadi, hujatan
tersebut banyak terjadi ketika PLN melakukan pemadaman listrik yang terlalu
sering pada beberapa wilayah di Indonesia. Selain itu, tidak adanya
pemberitahuan secara publik terhadap pemadaman listrik akan menimbulkan reaksi
negatif masyarakat yang sedang melakukan aktivitas. Dilain sisi, konsumsi
listrik yang tinggi tidak didukung oleh ketersediaan listrik yang cukup. Berbagai
macam sumber listrik seperti tenaga air, tenaga uap, dan beberapa sumber
lainnya belum dapat memenuhi kebutuhan listrik nasional.
Atas masalah tersebut, saya memiliki
saran kepada PLN untuk dapat memiliki inovasi-inovasi terbaru yang membantu
memenuhi kebutuhan listrik nasional. Selain itu, pihak PLN juga harus
memperbaiki sistem yang telah ada saat ini. Sistem yang dibuat dapat berupa
sistem publikasi kepada masyarakat terkait pemadaman listik. Publikasi tersebut
dapat dilakukan dengan bantuan tokoh masyarakat yang dapat menyampaikan
informasi pemadaman kepada masyarakat. Jadi, pihak PLN dapat memberitahukan
kepada masyarakat terkait pemdaman listrik maksimal 6 jam sebelum dilakukan
pemadaman. Dengan begitu, masyarakat dapat mempersiapkan aktivitas mereka agar
tidak berbenturan dengan jadwal pemadaman listrik. Selain sistem pemadaman
listrik, perlu adanya perbaikan sistem kebijakan tarif listrik terhadap
masyarakat golongan ekonomi bawah. Sistem itu dapat berupa diskon ataupun
pemberian tarif yang berbeda dari masyarakat golongan ekonomi atas. Untuk dapat lebih dekat dengan masyarakat, PLN dapat melakukan pendekatan melalui media sosial seperti twitter, facebook, blog, ataupun lainnya.
Dengan perkembangan teknologi yang
semakin memadai dan sumber daya masyarakat yang semakin cerdas, maka pemenuhan
konsumsi listrik nasional dapat terpenuhi dan kinerja dari pihak PLN
mendapatkan apresiasi dari masyarakat tanpa adanya komentar negatif lainnya.
Dengan cintaku pada negeri ini, saya akan terus mendukung kerja-kerja PLN dan
akan terus mengapresiasi setiap kinerja yang dilakukan. Terima kasih PLN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar